IWAN FALS & AHMAD DHANI: SIAPA YANG LEBIH LAYAK MENYANDANG GELAR MUSISI?

Dari segi popularitas dan produktivitas, Iwan Fals dan Ahmad Dhani memang layak disandingkan. Lantas bagaimana dengan kualitas? Ada yang beranggapan Iwan Fals jauh lebih layak menyandang status sebagai musisi dibanding Ahmad Dhani, begitu juga sebaliknya. Lantas siapa sebenarnya yang paling layak?

Lagu-lagu Iwan Fals selain enak didengar, liriknya pun puitis dan menggambarkan situasi dan kondisi kehidupan masyarakat dengan sangat jujur. Sementara lagu-lagu Ahmad Dhani, meski enak didengar, tapi hanya berkutat dari asmara ke cinta dua makhluk berbeda jenis kelamin saja. Meski ada beberapa lagu yang diniatkan sebagai suara pemberontakkan, atau berusaha menyuarakan protes pada keadaan, seperti lagu “Distorsi” dan “Kuldesak”,  tapi tetap kurang mampu menggambarkan keadaan yang sebenarnya. Coba bandingkan dengan lagu Iwan Fals yang berjudul  “Wakil Rakyat”, “Bongkar”, “Oemar Bakrie”.

Dalam soal lirik bernada asmara, Ahmad Dhani memang luar biasa. Lagu “Cinta Kau dan Dia”, “Roman Picisan”, “Kamulah Satu-satunya”, “Pupus”, “Arjuna”, “Risalah Cinta”, adalah beberap lagu dari sekian banyak karya Ahmad Dhani yang sangat akrab di benak khlayak. Lalu bagaimana dengan Iwan Fals? Dalam soal ini, Iwan Fals tak kalah. Sederet lagu bertema cinta telah ia lahirkan. Sangat populer di masanya dan masih kerap didendangkan hingga sekarang. Lagu berjudul “Ijinkan Aku Menyayangimu”, “Buku Ini Aku Pinjam”, “Antara Aku, Kau dan Bekas Pacarmu”, “Kumenanti Seorang Kekasih”, “Maaf Cintaku”, adalah berepa lagi bertema cinta yang pernah Iwan persembahkan.

Lantas bagaimana dengan lagu-lagu yang bertema social, yang mampu memotret kehidupan masyarakat sekitar dengan jujur dan jernih. Dalam soal ini, Iwan Fals jauh lebih unggul. Sederet lagu bertema kehidupan ini sudah lahir dari aktivitas bermusik Iwan. Diantaranya, lagu “Sore Di Tugu Pancoran” yang menggambarkan perjuangan hidup seorang anak penjaja koran di belantara Jakarta. Lantas lagu “Lonteku” dan “Doa Pengobral Dosa” yang memotret kehidupan mengenaskan para pekerja seks komersial (PSK). Bagaimana kehidupan preman jalanan, mampu Iwan tuangkan dalam lagu “Sugali”. Soal penggusuran, dengan indah tergambar dalam lagu “Ujung Aspal Pondok Gede”. Masih banyak lagu Iwan Fals bertema social kemasyarakatan yang sangat menggetarkan. Dan dalam soal ini Ahmad Dhani jauh tertinggal.

Sosok Iwan Fals sebagai musisi tidak hanya diakui di dalam negeri, dunia internasionalpun angkat topi. Terbukti potret wajah Iwan Fals sempat terpampang di cover majalah Time edisi 29 April 2002. Karena pengaruhnya dan perjuangannya dalam menyuarakan suara hati rakyat, oleh majalah bertaraf internasional itu, Iwan Fals dinobatkan sebagai salah satu Pahlawan Asia. Bagaimana Ahmad Dhani? Sayang, bukannya dinobatkan sebagai pahlawan, kini wajah Dhani malah semakin sering muncul di media online lengkap dengan statemernt-statement yang tidak bermutu dan jelas tidak perlu.

Baik Iwan maupun Dhani sama-sama sangat menghormati dan mencintai sosok ibu. Sebagai bukti demikian takjubnya pada sosok ibu, Iwan Fals dengan indah menggambarkannya dalam lagu berjudul “Ibu”:

Ribuan kilo jalan yang kau tempuh
Lewati rintang untuk aku anakmu
Ibuku sayang masih terus berjalan
Walau tapak kaki, penuh darah… penuh nanah

Seperti udara… kasih yang engkau berikan
Tak mampu ku membalas…ibu…ibu

Ingin kudekat dan menangis di pangkuanmu

Sampai aku tertidur, bagai masa kecilku dulu

Lalu doa doa baluri sekujur tubuhku

Dengan apa ku membalas … ibu …. ibu

Itulah Iwan Fals, lantas bagaimana dengan Ahmad Dhani? Mungkin Dhani belum sempat menorehkan untaian lirik untuk hal yang satu ini, karena pikiran dan tenaganya masih terkuras  mencari bagaimana caranya menjatuhkan Ahok.

Oleh: Welas Asih

1051 Total Views 1 Views Today

Berita Serupa